Tuesday, June 9, 2015
link to share about RTOS and comparison
http://en.wikipedia.org/wiki/Comparison_of_real-time_operating_systems
Wednesday, May 13, 2015
Cerita tentan pengajuan kartu kerdit
Pengajuan kartu kredit, mungkin teman teman semua sebagian besar sudah perna melakukannya, ceritanya begini,
pada suatu hari saat melakukan cetak buku tabungan di bank, saya ditawarkan apakah tertarik untuk mengajukan permohonan kartu kredit. saat itu saya sangat tertarik karena ada beberapa transaksi pekerjaan yang perlu menggunakan kartu kredit.
saya mengiakan dan resepsionis menyiapkan lembar formulir permbohonan. bla bla bla... dan jadilah formulir permohonan tersebut.
pada selang waktu yang sama, mungkin saya taunya belakangan ini, ternyata para telemerketing sedang gencar melakukan pencarian nasabah baru.
suatu ketika saya dapat telepon dari telemarketing yang menawarkan kartu kredit. dari gaya bicaranya, saat itu saya berpikir ini adalah followup dari permohonan kartu kredit yang saya lakukan. kemudian semua proses wawancara saya jawab dan mengucapkan kata "YA" pada ahkir pembicaraan.
saat hal itu terjadi konteks yang ada dalam pikiran saya adalah saya dalam proses pengajuan kartu kredit. tiba tiba beberapa saat kemudian setelah telemarketing telepon, ada telemarketing atau resepsionis telepon lagi untuk memverifikasi data dalam rangka permohonan kartu kredit.
saat itu saya langsung bilang saja, kan tadi barusan telepon dengan topik yang sama, kenapa ada telepon lagi. coba tanyakan pada temannya saja...
kejadian yang saya ceritakan diatas ternyata dua hal yang berbeda, dan saya beru sadari ketika. kartu kredit yang ditawarkan oleh telemarketing sampai di rumah.... wak....waw
pagi ini saya di telp lagi, oleh orang yang mengaku akan melakukan verifikasi data dalam rangka permohonan kartu kredit. dan ternyata proses ini adalah proses yang sebenarnya saya tunggu tunggu. bukan proses dari telemarketing yang telah selesai yang diakhiri dengan sampainya kertu yang saya tidak tau menau tersebut sampai di rumah.
ok, mari kita mulai proses baru ini. setelah pembicaraan panjang lebar dengan resepsionis, sampai resepsionis melimpahkan pembicaraan ini kepada atasanya karena pertanyaan saya yang mungkin menurut dia bukan kapasitas dia.
intinya seperti ini.
saya mendapatkan 2 kartu kredit dari telemarketing yang kontennya saya belum paham sama sekali, sementara ada proses yang berjalan secara parallel sedang berlangsung permohonan saya yang sebenarnya dilakukan atas dasar kebutuhan.
karna saya agak takut dengan nominal maksimal dari kartu kredit dari telemarketing ini. juga abodemen pertahunnya. maka pertanyaan saya kepada atas resepsionis ini adalah
apakah saya harus melanjutkan proses yang sebenarnya saya kehendaki ini atau memakai kartu yang sudah saya terima dan menghentikan proses yang sedang berlangsung. sebenarnya dari lubuk hati yang paling dalam saya menginginkan proses yang bukan dari telemarketing ini.
ini jawaban dari atasan resepsionis tersebut.
dari sudut pandang yang berbeda. setiap karyawan perlu meningkatkan prestasinya, dengan indikasi prestasi adalah mendapatkan nasabah, dalam hal ini adalah pengguna kartu kredit.
selain itu setiap kartu yang dikirimkan jika tidak diaktifkan selama 3 bulan dalam hal ini perbuatan dari telemarketing maka kartu tersebut akan dihancurkan oleh sistem. selain itu kartu dari telemarketing ini memerlukan tanda tangan basah dari cabang dimana saya melakukan laporan dan meminta untuk aktifasi kartu tersebut.
lain halnya dengan kartu yang diajukan melalui form permohonan, yang udah dari awal memiliki tandatangan basah saya.
awalnya saya masi ngotot untuk mendapatkan kartu sesuai dengan kebutuhan saya (melalui form permohonan). berdasarkan penjalasan dari atasan resepsionis tersebut. saya mengambil keputusan untuk menjalani semua proses yang sedang berlangsung. dengan alasan, pada akhirnya saya sendiri yang akan memutuskan apakah kartu yang saya terima tersebut akan saya aktifkan atau tidak.
sesuatu yang bisa di ambil dari kejadian ini adalah. telemarketing berbeda dengan agen verifikasi kartu.
pada suatu hari saat melakukan cetak buku tabungan di bank, saya ditawarkan apakah tertarik untuk mengajukan permohonan kartu kredit. saat itu saya sangat tertarik karena ada beberapa transaksi pekerjaan yang perlu menggunakan kartu kredit.
saya mengiakan dan resepsionis menyiapkan lembar formulir permbohonan. bla bla bla... dan jadilah formulir permohonan tersebut.
pada selang waktu yang sama, mungkin saya taunya belakangan ini, ternyata para telemerketing sedang gencar melakukan pencarian nasabah baru.
suatu ketika saya dapat telepon dari telemarketing yang menawarkan kartu kredit. dari gaya bicaranya, saat itu saya berpikir ini adalah followup dari permohonan kartu kredit yang saya lakukan. kemudian semua proses wawancara saya jawab dan mengucapkan kata "YA" pada ahkir pembicaraan.
saat hal itu terjadi konteks yang ada dalam pikiran saya adalah saya dalam proses pengajuan kartu kredit. tiba tiba beberapa saat kemudian setelah telemarketing telepon, ada telemarketing atau resepsionis telepon lagi untuk memverifikasi data dalam rangka permohonan kartu kredit.
saat itu saya langsung bilang saja, kan tadi barusan telepon dengan topik yang sama, kenapa ada telepon lagi. coba tanyakan pada temannya saja...
kejadian yang saya ceritakan diatas ternyata dua hal yang berbeda, dan saya beru sadari ketika. kartu kredit yang ditawarkan oleh telemarketing sampai di rumah.... wak....waw
pagi ini saya di telp lagi, oleh orang yang mengaku akan melakukan verifikasi data dalam rangka permohonan kartu kredit. dan ternyata proses ini adalah proses yang sebenarnya saya tunggu tunggu. bukan proses dari telemarketing yang telah selesai yang diakhiri dengan sampainya kertu yang saya tidak tau menau tersebut sampai di rumah.
ok, mari kita mulai proses baru ini. setelah pembicaraan panjang lebar dengan resepsionis, sampai resepsionis melimpahkan pembicaraan ini kepada atasanya karena pertanyaan saya yang mungkin menurut dia bukan kapasitas dia.
intinya seperti ini.
saya mendapatkan 2 kartu kredit dari telemarketing yang kontennya saya belum paham sama sekali, sementara ada proses yang berjalan secara parallel sedang berlangsung permohonan saya yang sebenarnya dilakukan atas dasar kebutuhan.
karna saya agak takut dengan nominal maksimal dari kartu kredit dari telemarketing ini. juga abodemen pertahunnya. maka pertanyaan saya kepada atas resepsionis ini adalah
apakah saya harus melanjutkan proses yang sebenarnya saya kehendaki ini atau memakai kartu yang sudah saya terima dan menghentikan proses yang sedang berlangsung. sebenarnya dari lubuk hati yang paling dalam saya menginginkan proses yang bukan dari telemarketing ini.
ini jawaban dari atasan resepsionis tersebut.
dari sudut pandang yang berbeda. setiap karyawan perlu meningkatkan prestasinya, dengan indikasi prestasi adalah mendapatkan nasabah, dalam hal ini adalah pengguna kartu kredit.
selain itu setiap kartu yang dikirimkan jika tidak diaktifkan selama 3 bulan dalam hal ini perbuatan dari telemarketing maka kartu tersebut akan dihancurkan oleh sistem. selain itu kartu dari telemarketing ini memerlukan tanda tangan basah dari cabang dimana saya melakukan laporan dan meminta untuk aktifasi kartu tersebut.
lain halnya dengan kartu yang diajukan melalui form permohonan, yang udah dari awal memiliki tandatangan basah saya.
awalnya saya masi ngotot untuk mendapatkan kartu sesuai dengan kebutuhan saya (melalui form permohonan). berdasarkan penjalasan dari atasan resepsionis tersebut. saya mengambil keputusan untuk menjalani semua proses yang sedang berlangsung. dengan alasan, pada akhirnya saya sendiri yang akan memutuskan apakah kartu yang saya terima tersebut akan saya aktifkan atau tidak.
sesuatu yang bisa di ambil dari kejadian ini adalah. telemarketing berbeda dengan agen verifikasi kartu.
Thursday, April 9, 2015
Rasa puas dalam diri adalah ketika apa yang kita buat dapat terpasang, digunakan dan ada manfaatnya.
dengan modal asik, yang artinya sekedar permintaan dalam kalimat sederhana yaitu diminta untuk develop. tentu saja ini adalah sebuah kesempatan bagi saya. seratus persen bahan dan alat disuport. kurang apa lagi. sebenarnya masi kurang gajinya sich. tapi apa bole buat, anggap saja itu sebagai sebuah motivasi dalam rangka mendapatkan sesuatu yang lebih layak.
![]() |
| Tampak kendaraan di atas layar. yang warna biru bukan dari perangkat yang kami kembangkan |
Pada suatu ketika saat rapat dengan teman teman untuk mengembangkan perangkat smart city. Ada yang meminta untuk perangkat GPS agar dikembangkan lagi, tentu ke versi yang lebih baik dari sebelumnya. Penerapan Smart City yang dimaksud adalah penerapan dalam bidang transportasi untuk memantau kendaraan di kota.
Kembali lagi pertanyaan itu muncul, bukannya perangkat GPS sudah banyak, ngapain dibuat lagi. beli saja selesai masalahnya. tetapi yah gitu dech. perangkat GPS biasanya di paket dengan servisnya. sementara teman teman di sini ingin membuat servisnya sendiri. dengan alasan itu. baiklah... saya buatkan versi selanjutnya dari perangkat GPS tersebut.
![]() |
| persiapan perangkat GPS |
![]() |
| teman lembur di malam itu |
Berdasarkan rapat tersebut, akhirnya tim GPS memutuskan untuk kembali ke bandung dan mempersiapkan alat yang masi tersisa belum lulus tes. Proses ini berjalan dengan sangat cepat. Malam hari keluar dari bogor. Sampai di bandung langsung ke kempus. setup semua perangkat yang tersisa, pengujian dan pengepakan. Sebelum ayam berkokok tim GPS sudah berangkat lagi ke bogor.
![]() |
| rasa puas jelas tergambar. setelah instalasi pada kendaraan terakhir.. mobil ispa |
Proses instalasi cukup mendebarkan karena kami baru pertama kali melakukan hal tersebut. Dengan model berani, kami menerapkan pengetahuan elektronika dasar dan mencoba mencocokkannya dengan kelistrikan yang ada di mobil.
hasil dari pekerjaan kali ini adalah peresmian BOGOR GREEN ROOM (GBR), tapi belum berakhir disaat itu. Proses pengembangan Smart City Bogor masi akan terus berlangsung
![]() |
| Foto bersama stekholder. |
![]() |
| Rasa Berhasil... bisalah dibilang begitu. setidaknya saat itu kami semua merasakan hal yang sama (kayaknya sich) |
Tuesday, February 3, 2015
Review Satu Tahun
Salam,
Sudah seteahun ternyata blog ini berusaha terus di update, ternyata semangat untuk menulis blog, seperti kata teman saya, hanya akan bertahan samapi kira kira 3 bulan awal. ada benarnya juga karena setelah beberapa saat menulis blog. di tiga bulan berjalan mulai merasa jenuh untuk menulis blog.
Begitulah kelukesahnya. ternyata memang seperti itu. tapi karana sudah dimulai dan menjadi wadah. yah mari kita lanjutkan . Pagi yang cera, dengan lagu yang asik membawa hari ini menjadi asik juga.
slamat pagi dan selamat memulai rutinitas di hari ini.
Sudah seteahun ternyata blog ini berusaha terus di update, ternyata semangat untuk menulis blog, seperti kata teman saya, hanya akan bertahan samapi kira kira 3 bulan awal. ada benarnya juga karena setelah beberapa saat menulis blog. di tiga bulan berjalan mulai merasa jenuh untuk menulis blog.
Begitulah kelukesahnya. ternyata memang seperti itu. tapi karana sudah dimulai dan menjadi wadah. yah mari kita lanjutkan . Pagi yang cera, dengan lagu yang asik membawa hari ini menjadi asik juga.
slamat pagi dan selamat memulai rutinitas di hari ini.
Friday, December 19, 2014
Keterbatas dan keterkejutan
Hp lama yang digunakan kembali, masalah yang pertama adalah apps yang ada sekarang terus berkembang, tidak luput juga dengan ukuran nya. menjadikan hp lama tidak berdaya untuk di instal dengan apps yang ada saat ini. oh yah. kita bicara tentang android yah. bukan yang lain
apps Hengout buatan google jadi program messangger andalan saya. tapi ketika di instal pada hp yang lama dalam hal ini Samsung ACE. ternyata tidak memungkinkan karena storege nya yang sangat terbatas, apa lagi ketika masuk apps yang namanya google play service. yang ampun otomatis apps yang lain tidak bisa instal.
HP lama yang dipenuhi dengan aplikasi messangger saja... begitulah, di samsung ACE ini udah ada WA dan BBM. ingin tambah dengan Hengout. hem.... jadi tanda tanya nich.
saat akan menginstal Hengout, memori full karena dimakan habis oleh google play sevice, kemudian apps tersebut saya uninstal... ambil Hengout yang ternyata ukurannya tidak kecil juga yaitu 30Mb, langsung cengar cengir karena berhasil nginstal...
ternyata eh ternyata. Hengout perlu google play service untuk bisa jalan... wah apa apaan inich....akhirnya dengan berat hati mengunistal Hengoutnya... dan apa yang terjadi... eh ternyata setingan apps talk bawaan google yang lama bisa jalan kembali... yah udah dech....
google play sevice saya lepas. hengout saya lepas... dan sekarang hengout bisa jalan dengan lancar.... xixixixi... Proses yang aneh
Install Hengout di HP lama.
hasilnya kita akan mendapatkan apps Gtalk yang lama dan berjalan selayaknya apps messangger Hengout... sip dech. peringatan low storage juga mati.... yah sudah lah...
apps Hengout buatan google jadi program messangger andalan saya. tapi ketika di instal pada hp yang lama dalam hal ini Samsung ACE. ternyata tidak memungkinkan karena storege nya yang sangat terbatas, apa lagi ketika masuk apps yang namanya google play service. yang ampun otomatis apps yang lain tidak bisa instal.
HP lama yang dipenuhi dengan aplikasi messangger saja... begitulah, di samsung ACE ini udah ada WA dan BBM. ingin tambah dengan Hengout. hem.... jadi tanda tanya nich.
saat akan menginstal Hengout, memori full karena dimakan habis oleh google play sevice, kemudian apps tersebut saya uninstal... ambil Hengout yang ternyata ukurannya tidak kecil juga yaitu 30Mb, langsung cengar cengir karena berhasil nginstal...
ternyata eh ternyata. Hengout perlu google play service untuk bisa jalan... wah apa apaan inich....akhirnya dengan berat hati mengunistal Hengoutnya... dan apa yang terjadi... eh ternyata setingan apps talk bawaan google yang lama bisa jalan kembali... yah udah dech....
google play sevice saya lepas. hengout saya lepas... dan sekarang hengout bisa jalan dengan lancar.... xixixixi... Proses yang aneh
Install Hengout di HP lama.
- uninstal google play service.
- instal google hengout
- uninstal google hengout.
hasilnya kita akan mendapatkan apps Gtalk yang lama dan berjalan selayaknya apps messangger Hengout... sip dech. peringatan low storage juga mati.... yah sudah lah...
Tuesday, October 7, 2014
Kaitan dengan sesuatu yang harus terus bertumbuh
Thursday, October 2, 2014
Masalah cost dalam pengembangan embedded system
Mengapa sekarang cost yang mahal ada pada software engineer.
jawab
karena untuk menggunakan semua kemampuan dari hardware yang semakin kompleks maka diperlukan sebuah software yang canggih, dengan itu diperlukan waktu yang lama untuk mengembangkan software oleh software engineer.
referensi
- http://electronicdesign.com/products/verification-and-software-dominate-eda-s-future
Subscribe to:
Posts (Atom)






